Mulai uji coba gratis
Searching...
SoBrief
Bahasa Indonesia
EnglishEnglish
EspañolSpanish
简体中文Chinese
繁體中文Chinese (Traditional)
FrançaisFrench
DeutschGerman
日本語Japanese
PortuguêsPortuguese
ItalianoItalian
한국어Korean
РусскийRussian
NederlandsDutch
العربيةArabic
PolskiPolish
हिन्दीHindi
Tiếng ViệtVietnamese
SvenskaSwedish
ΕλληνικάGreek
TürkçeTurkish
ไทยThai
ČeštinaCzech
RomânăRomanian
MagyarHungarian
УкраїнськаUkrainian
Bahasa IndonesiaIndonesian
DanskDanish
SuomiFinnish
БългарскиBulgarian
עבריתHebrew
NorskNorwegian
HrvatskiCroatian
CatalàCatalan
SlovenčinaSlovak
LietuviųLithuanian
SlovenščinaSlovenian
СрпскиSerbian
EestiEstonian
LatviešuLatvian
فارسیPersian
മലയാളംMalayalam
தமிழ்Tamil
اردوUrdu
Kamasutra

Kamasutra

Seni Cinta
oleh Mallanaga Vātsyāyana 186 halaman
3.45
6.000+ penilaian
Dengarkan
Coba Akses Penuh Selama 3 Hari
Buka fitur mendengarkan & lainnya!
Lanjutkan

Poin Penting

1. Seni Hidup: Menyeimbangkan Hasrat, Kewajiban, dan Kesuksesan

Umur manusia dikatakan mencapai seratus tahun penuh. Dengan membagi waktunya, ia mengembangkan tiga tujuan sedemikian rupa sehingga saling memperkuat, bukan saling mengganggu.

Pendekatan holistik. Kamasutra bukan sekadar membahas seks; ia adalah panduan untuk hidup yang seimbang, menekankan pentingnya menyeimbangkan kesenangan (kama), kewajiban (dharma), dan kesuksesan (artha). Ketiga tujuan ini bukanlah hal yang terpisah, melainkan aspek yang saling terkait dalam kehidupan yang memuaskan.

Manajemen waktu. Teks ini menyarankan bahwa tahap-tahap kehidupan yang berbeda paling cocok untuk tujuan yang berbeda pula: masa kanak-kanak untuk belajar, masa muda untuk menikmati kesenangan, dan masa tua untuk beragama dan melepaskan diri. Namun, ia juga mengakui ketidakpastian hidup dan mendorong setiap individu untuk mengejar tujuan tersebut saat kesempatan datang.

  • Masa kanak-kanak: Fokus pada penguasaan ilmu dan keterampilan.
  • Masa muda: Menikmati kesenangan dan hasrat.
  • Masa tua: Mencari pemenuhan spiritual dan pembebasan.

Keterkaitan. Kamasutra menegaskan bahwa ketiga tujuan ini tidak boleh dikejar secara terpisah. Sebaliknya, ketiganya harus dikembangkan agar saling memperkuat. Misalnya, seseorang bisa mengejar kesenangan dalam batas kewajiban agamanya atau menggunakan kekayaannya untuk mendukung praktik spiritualnya.

2. Ilmu Merayu: Memahami Tarian Hasrat

Seorang wanita menginginkan pria menarik yang dilihatnya, dan begitu pula pria menginginkan wanita. Namun, setelah dipertimbangkan, hal itu tidak berlanjut lebih jauh.

Hasrat dua arah. Kamasutra mengakui bahwa hasrat adalah jalan dua arah, di mana pria dan wanita sama-sama merasakan ketertarikan. Namun, norma sosial dan pertimbangan pribadi seringkali menghalangi hasrat tersebut untuk diwujudkan.

Lebih dari sekadar ketertarikan fisik. Teks ini menggali kompleksitas hasrat, tidak hanya dari ketertarikan fisik tetapi juga faktor psikologis dan emosional yang memengaruhinya. Ia membahas berbagai jenis cinta, mulai dari kebiasaan, gairah erotis, transferensi, hingga daya tarik indera.

  • Kebiasaan: Cinta yang tumbuh dari tindakan berulang.
  • Gairah erotis: Cinta yang muncul dari imajinasi dan rangsangan sensual.
  • Transferensi: Cinta yang dialihkan dari satu objek ke objek lain.
  • Sensual: Cinta yang didorong oleh kepuasan indera secara langsung.

Seni membujuk. Kamasutra memberikan petunjuk rinci tentang cara menavigasi kompleksitas hasrat, mulai dari tahap awal pendekatan hingga seni merayu. Ia menekankan pentingnya memahami perasaan dan keinginan orang lain, serta perlunya kesabaran, keterampilan, dan sedikit kecerdikan.

3. Jalan Perawan: Menavigasi Pendekatan dan Pernikahan

Seorang wanita sebaiknya mempelajari teknik dan teks ini, atau setidaknya sebagian darinya, dari orang terpercaya secara pribadi.

Persiapan menikah. Kamasutra menyadari bahwa pernikahan adalah transisi penting bagi seorang wanita muda dan memberikan panduan untuk melewati proses ini. Ia menekankan pentingnya pendidikan, baik dalam seni cinta maupun keterampilan praktis mengelola rumah tangga.

Kebebasan memilih. Meskipun teks ini mengakui keterbatasan sosial yang membebani wanita, ia juga menyoroti peran aktif mereka dalam memilih pasangan. Ia memberikan nasihat kepada para perawan tentang cara menarik suami yang tepat dan mengungkapkan keinginan mereka.

  • Belajar dari sumber terpercaya: Saudari angkat, teman wanita, bibi, atau pelayan yang lebih tua.
  • Melatih enam puluh empat seni: Mengembangkan keterampilan dalam musik, tari, lukisan, dan bentuk ekspresi lainnya.
  • Memahami seni merayu: Mempelajari cara menarik dan melibatkan calon pasangan.

Pentingnya kepercayaan. Teks ini menekankan kebutuhan akan kepercayaan dan saling menghormati dalam hubungan. Ia menasihati pria untuk bersikap lembut dan sabar terhadap perawan, memahami ketakutan dan hambatan mereka. Ia juga mendorong wanita untuk terbuka dan jujur tentang keinginan mereka, sambil tetap memperhatikan norma sosial.

4. Dunia Istri: Kekuasaan, Kewajiban, dan Kompleksitas Pernikahan

Seorang istri yang berbudi luhur harus selalu melayani suaminya seperti dewa, meskipun ia berperilaku buruk, bebas menuruti nafsunya, dan tidak memiliki sifat baik.

Istri ideal. Kamasutra menguraikan tugas dan tanggung jawab seorang istri, menekankan perannya sebagai pengelola rumah tangga, perawat, dan pasangan seksual. Ia juga mengakui dinamika kekuasaan dalam pernikahan, di mana istri sering diharapkan tunduk pada kehendak suami.

Mengelola banyak istri. Teks ini juga membahas kompleksitas poligami, memberikan panduan tentang cara mengelola beberapa istri dan menjaga keharmonisan rumah tangga. Ia mengakui potensi kecemburuan dan konflik serta menawarkan strategi untuk mengatasinya.

  • Memperlakukan semua istri secara adil: Memberikan perhatian dan sumber daya yang setara.
  • Menjaga keseimbangan kekuasaan: Mencegah satu istri mendominasi yang lain.
  • Membangun rasa kebersamaan: Mendorong istri saling mendukung dan menghormati.

Lebih dari sekadar kewajiban. Walaupun Kamasutra menekankan pentingnya kewajiban dan tanggung jawab, ia juga mengakui kebutuhan akan cinta dan kasih sayang dalam pernikahan. Ia mendorong suami untuk peka terhadap kebutuhan dan keinginan istri, serta mengakui pentingnya kesenangan bersama dalam hubungan seksual.

5. Daya Tarik yang Terlarang: Menyelami Perselingkuhan dan Motivasinya

Seorang wanita menginginkan pria menarik yang dilihatnya, dan begitu pula pria menginginkan wanita. Namun, setelah dipertimbangkan, hal itu tidak berlanjut lebih jauh.

Realitas hasrat. Kamasutra mengakui kenyataan hasrat, bahkan di luar ikatan pernikahan. Ia menyadari bahwa pria dan wanita bisa tertarik pada orang lain, namun juga menekankan pentingnya mempertimbangkan konsekuensi dari menuruti hasrat tersebut.

Motivasi perselingkuhan. Teks ini mengeksplorasi berbagai alasan mengapa seseorang mungkin berselingkuh, mulai dari keinginan akan kesenangan seksual hingga pencarian kekuasaan dan balas dendam. Ia juga membahas faktor psikologis dan emosional yang dapat memicu ketidaksetiaan.

  • Keinginan akan hal baru: Mencari pengalaman dan pasangan baru.
  • Balas dendam: Membalas perlakuan yang dianggap salah.
  • Kekuasaan: Menggunakan hubungan seksual untuk mendapatkan pengaruh atau kontrol.
  • Ketidakpuasan emosional: Mencari pemenuhan di luar pernikahan yang tanpa cinta.

Dampak ketidaksetiaan. Meski membahas daya tarik perselingkuhan, Kamasutra juga mengakui potensi kerusakan dan gangguan yang dapat ditimbulkannya. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak ketidaksetiaan terhadap semua pihak yang terlibat, termasuk suami, istri, anak, dan keluarga.

6. Keahlian Pelacur: Menguasai Seni Kesenangan dan Keuntungan

Pelacur adalah wanita luar biasa yang pendidikan dan pembinaannya juga istimewa. Ia dididik sedemikian rupa untuk mendukung perkembangan fisik dan mental, pendidikan yang tidak dimiliki wanita biasa.

Lebih dari sekadar seks. Kamasutra menggambarkan pelacur bukan hanya sebagai pasangan seksual, tetapi sebagai wanita terampil dan berpendidikan yang menguasai seni kesenangan. Mereka digambarkan cerdas, jenaka, dan berbudaya, mampu menarik pria pada berbagai tingkat.

Seni merayu. Teks ini memberikan petunjuk rinci tentang bagaimana pelacur dapat menarik dan melibatkan kekasih, mulai dari penggunaan parfum dan pakaian hingga seni berbicara dan memuji. Ia juga menekankan pentingnya memahami keinginan pria dan menyesuaikan pendekatan sesuai preferensi individu.

  • Menguasai enam puluh empat seni: Mengembangkan keterampilan dalam musik, tari, puisi, dan bentuk ekspresi lainnya.
  • Memahami psikologi pria: Mempelajari cara membaca sinyal pria dan merespons kebutuhannya.
  • Menciptakan persona yang memikat: Membina aura misteri dan daya tarik.

Bisnis kesenangan. Kamasutra juga mengakui realitas ekonomi dalam kehidupan pelacur, memberikan panduan tentang cara mengelola keuangan, menarik pelanggan kaya, dan mempertahankan bisnis yang sukses. Ia menekankan pentingnya strategi, kecerdikan, dan kemampuan beradaptasi.

7. Esoterika Erotis: Alkimia Hasrat dan Peningkatan

Teknik tidak biasa yang digunakan untuk meningkatkan gairah, yang dijelaskan sesuai kebutuhan buku ini, sangat dibatasi tepat di ayat ini, sesudahnya.

Lebih dari fisik. Kamasutra menyelami ranah esoterika erotis, mengeksplorasi penggunaan afrodisiak, mantra, dan teknik lain untuk meningkatkan kesenangan dan hasrat seksual. Ia mengakui kekuatan pikiran dan imajinasi dalam membentuk pengalaman seksual.

Kekuatan ramuan dan obat. Teks ini menyediakan resep rinci untuk berbagai salep, bubuk, dan ramuan yang dikatakan dapat meningkatkan vitalitas, memperkuat kesenangan, bahkan mengendalikan orang lain. Resep ini sering menggabungkan bahan alami seperti herbal, rempah, dan mineral.

  • Stimulan vitalitas: Susu yang dicampur kacang ginjal, lada, dan tebu.
  • Metode pembesaran: Menggosok penis dengan bulu serangga dan memijat dengan minyak.
  • Teknik pengendalian: Menggunakan bubuk dari bahan tertentu untuk memengaruhi hasrat pasangan.

Batas teknik. Walaupun Kamasutra membahas penggunaan teknik-teknik ini, ia juga mengakui keterbatasannya. Ia menekankan pentingnya memahami kebutuhan dan preferensi pasangan serta memperingatkan agar tidak menggunakan teknik yang berbahaya atau merugikan.

8. Kekuatan Pilihan: Menavigasi Labirin Cinta dan Seks

Ketika roda ekstasi seksual berputar penuh, tidak ada buku panduan sama sekali, dan tidak ada aturan.

Melampaui aturan kaku. Kamasutra, meskipun memberikan petunjuk dan pedoman rinci, juga mengakui keterbatasan sistem yang kaku. Ia menekankan pentingnya pilihan individu dan kebutuhan untuk menyesuaikan pendekatan dengan situasi spesifik.

Pentingnya persetujuan. Walaupun teks ini tidak secara eksplisit menggunakan istilah "persetujuan," ia menekankan pentingnya kesepakatan dan rasa hormat bersama dalam hubungan seksual. Ia mengakui bahwa paksaan dan tekanan tidak mendukung kesenangan sejati dan bahwa keintiman sejati memerlukan kesediaan untuk memahami keinginan pasangan.

  • Menghormati preferensi individu: Mengakui bahwa tidak semua teknik cocok untuk semua orang.
  • Menyesuaikan dengan situasi berbeda: Mengubah pendekatan berdasarkan konteks dan kebutuhan pasangan.
  • Mengutamakan kesenangan bersama: Menciptakan pengalaman seksual yang menyenangkan bagi kedua pihak.

Batas kendali. Kamasutra menyadari bahwa hasrat adalah kekuatan kuat yang tidak selalu bisa dikendalikan atau diprediksi. Ia mengakui bahwa bahkan pasangan paling terampil bisa terbawa oleh gairah dan bahwa yang terpenting adalah menyambut pengalaman itu dengan keterbukaan dan kejujuran.

9. Tarian Gender: Menyelami Fluiditas dan Peran

Bakat alami pria adalah kekasaran dan keganasannya, sedangkan wanita adalah ketidakberdayaan, penderitaan, pengorbanan diri, dan kelemahan.

Menantang norma gender. Walaupun Kamasutra sering memperkuat peran gender tradisional, ia juga memberikan gambaran tentang pemahaman gender yang lebih cair dan bernuansa. Ia mengakui bahwa pria dan wanita bisa aktif atau pasif dalam hubungan seksual dan peran ini bisa dibalik atau dipertukarkan.

Sifat ketiga. Teks ini juga membahas konsep "sifat ketiga," merujuk pada individu yang tidak sesuai dengan kategori gender tradisional. Ia mengakui keberadaan orang yang menjalin hubungan sesama jenis dan memberikan panduan cara berinteraksi dengan mereka.

  • Pria dengan sifat ketiga: Digambarkan memiliki sifat feminin dan melakukan seks oral.
  • Wanita dengan sifat ketiga: Digambarkan menggunakan dildo dan melakukan hubungan lesbian.
  • Fluiditas peran: Mengakui bahwa pria dan wanita bisa mengambil peran aktif atau pasif dalam hubungan seksual.

Melampaui biner. Kamasutra menantang anggapan bahwa gender adalah kategori tetap dan tidak berubah. Ia menyarankan bahwa individu dapat mengekspresikan seksualitasnya dalam berbagai cara dan tidak ada satu cara "benar" untuk menjadi pria atau wanita.

10. Relevansi Abadi: Wawasan Tak Lekang oleh Waktu tentang Sifat Manusia

Bagi orang yang bersatu dalam ekstasi seksual, gairahlah yang membuat segalanya terjadi.

Kebijaksanaan abadi. Meski ditulis berabad-abad lalu, Kamasutra tetap menawarkan wawasan berharga tentang sifat manusia, khususnya dalam cinta, seks, dan hubungan. Eksplorasinya tentang hasrat, kekuasaan, dan kesenangan masih relevan bagi pembaca masa kini.

Melampaui konteks budaya. Walaupun teks ini berakar pada budaya India kuno, tema dan perhatiannya bersifat universal. Ia berbicara tentang pengalaman manusia akan kerinduan, keterhubungan, dan pencarian makna hidup.

  • Kompleksitas hasrat: Menyelami berbagai bentuk ketertarikan dan motivasinya.
  • Kekuatan keintiman: Mengakui pentingnya hubungan emosional dan fisik.
  • Pencarian pemenuhan: Mengakui kebutuhan manusia akan kesenangan, tujuan, dan makna.

Panduan hidup. Pada akhirnya, Kamasutra bukan sekadar buku panduan seks, melainkan panduan untuk menjalani hidup yang penuh dan bermakna. Ia mendorong pembaca untuk merangkul hasratnya, mengembangkan hubungan, dan mencari keseimbangan antara kesenangan, kewajiban, dan kesuksesan.

Terakhir diperbarui:

Report Issue

Ringkasan Ulasan

3.45 dari 5
Rata-rata dari 6.000+ penilaian dari Goodreads dan Amazon.

Kama Sutra mendapatkan ulasan yang beragam, di mana sebagian orang memuji wawasan sejarah dan budayanya, sementara yang lain menganggapnya berulang-ulang atau ketinggalan zaman. Banyak pembaca merasa terkejut dengan cakupan lengkapnya mengenai hubungan, pendekatan asmara, dan norma sosial yang melampaui sekadar posisi seksual. Beberapa mengapresiasi pandangan progresifnya tentang gender dan kesenangan pada zamannya, sedangkan yang lain mengkritik unsur misoginis yang terkandung di dalamnya. Reputasi buku ini sering kali menutupi isi sebenarnya, yang mencakup nasihat filosofis dan praktis tentang berbagai aspek kehidupan di India kuno.

Your rating:
4.07
872 penilaian
Want to read the full book?

FAQ

What's Kamasutra: The Arts of Love about?

  • Ancient Text on Love: Kamasutra is the oldest Hindu textbook on erotic love, written in Sanskrit. It covers sexual positions, the art of living, finding a partner, and maintaining relationships.
  • Three Aims of Life: The text discusses dharma (duty), artha (wealth), and kama (pleasure), emphasizing the balance of these aims for a fulfilling life.
  • Cultural Context: It reflects the cosmopolitan culture of ancient India, offering insights into social norms, relationships, and erotic practices of the time.

Why should I read Kamasutra: The Arts of Love?

  • Historical Significance: As a foundational work on human sexuality and relationships, it offers a glimpse into ancient Indian culture and has influenced global literature and sexual philosophy.
  • Comprehensive Guide: Beyond sexual practices, it provides understanding of love, desire, and relationship dynamics, rich in psychological and cultural insights.
  • Literary Value: Combining poetry, philosophy, and practical advice, the Kamasutra is a compelling literary work.

What are the key takeaways of Kamasutra: The Arts of Love?

  • Understanding Desire: Desire is natural and should be cultivated with respect and balance in relationships.
  • Role of Women: Women are acknowledged as active participants in love and sexuality, emphasizing mutual satisfaction.
  • Variety in Relationships: Encourages exploration and understanding of different dynamics in relationships.

What are the best quotes from Kamasutra: The Arts of Love and what do they mean?

  • "A fair-eyed woman cannot be sated by men.": Highlights women's often greater desires and the need for men to understand and cater to them.
  • "When the wheel of sexual ecstasy is in full motion, there is no textbook at all, and no order.": Suggests true passion transcends guidelines, emphasizing spontaneity in sexual experiences.
  • "A man should not be congratulated if he happens to succeed at something without knowing its science.": Advocates for knowledge and skill in achieving success in love and relationships.

How does Kamasutra: The Arts of Love define love?

  • Four Forms of Love: Love is categorized into love from habit, erotic arousal, transference, and love from sensory objects, each with unique characteristics.
  • Emotional Connection: Love is a complex interplay of emotions, desires, and social contexts, emphasizing understanding one's partner.
  • Mutual Satisfaction: Advocates for love that acknowledges and fulfills both partners' needs and desires.

What practical advice does Kamasutra: The Arts of Love offer?

  • Winning a Virgin's Trust: Emphasizes gentleness and patience, suggesting playful and tender interactions to build rapport.
  • Sexual Techniques: Encourages exploration and communication, adapting techniques to suit individual preferences.
  • Understanding Signals: Advises men to be aware of women's signals and responses, highlighting sensitivity in intimacy.

What is the significance of the three aims of human life in Kamasutra: The Arts of Love?

  • Dharma, Artha, and Kama: These interconnected goals contribute to a fulfilling life, each supporting and enhancing the others.
  • Balance and Harmony: Stresses balancing these aims to avoid conflict and dissatisfaction, suggesting neglecting one can challenge achieving the others.
  • Cultural Context: Reflects ancient Indian values, providing a framework for understanding personal and social responsibilities.

How does Kamasutra: The Arts of Love address gender roles?

  • Active Female Participation: Challenges traditional roles by portraying women as active participants in love and sexuality.
  • Mutual Respect: Emphasizes mutual respect and understanding, advocating for a partnership where both contribute to relationship dynamics.
  • Variety of Experiences: Acknowledges diverse experiences and preferences, encouraging exploration and communication to enhance intimacy.

What techniques for enhancing sexual pleasure are discussed in Kamasutra: The Arts of Love?

  • Physical Techniques: Describes various positions and methods of touch to enhance pleasure.
  • Use of Tools: Discusses sexual tools and devices to increase pleasure for both partners.
  • Emotional Connection: Emphasizes emotional connection and communication in enhancing sexual experiences.

How does Kamasutra: The Arts of Love define the roles of men and women in relationships?

  • Men as Pursuers: Positions men as active pursuers, responsible for initiating courtship and expressing desire.
  • Women as Gatekeepers: Women have the power to accept or reject advances, emphasizing their agency.
  • Mutual Respect: Advocates for mutual respect and understanding, suggesting both contribute to relationship dynamics.

What are the different types of marriages described in Kamasutra: The Arts of Love?

  • Gandharva Marriage: A love-match based on mutual consent and desire, without formal rituals.
  • Brahma Marriage: Conducted with rituals and family consent, emphasizing duty and social norms.
  • Other Forms: Includes marriages involving coercion or social obligation, highlighting relationship complexities.

How does Kamasutra: The Arts of Love compare to modern views on relationships?

  • Historical Context: Provides insights into ancient practices, with themes like communication and mutual respect still relevant today.
  • Evolving Gender Roles: Reflects traditional roles, differing from contemporary views emphasizing equality and partnership.
  • Sexual Exploration: Encourages exploration and understanding of sexuality, resonating with modern discussions on sexual health and relationships.

Tentang Penulis

Vātsyāyana adalah seorang filsuf Hindu yang diyakini hidup sekitar abad ke-3 Masehi di India. Ia dikenal sebagai penulis Kama Sutra sekaligus komentator atas Nyāya Sutras karya Gotama. Meskipun sedikit yang diketahui tentang kehidupannya, para muridnya dikabarkan menyebarkan ajarannya di wilayah Himalaya. Vātsyāyana memandang perilaku seksual manusia sebagai sarana untuk mencapai spiritualitas. Dalam epilog Kama Sutra, ia menggambarkan dirinya sebagai seorang pelajar agama di Benares yang menyusun karya tersebut setelah mempelajari berbagai karya kuno. Ia menekankan bahwa teks ini tidak semata-mata untuk memuaskan nafsu, melainkan sebagai panduan menguasai indera dan meraih keberhasilan hidup melalui keseimbangan.

Follow
Dengarkan
Now playing
Kamasutra
0:00
-0:00
Now playing
Kamasutra
0:00
-0:00
1x
Queue
Home
Swipe
Library
Get App
Try Full Access for 3 Days
Listen, bookmark, and more
Compare Features Free Pro
📖 Read Summaries
Read unlimited summaries. Free users get 3 per month
🎧 Listen to Summaries
Listen to unlimited summaries in 40 languages
❤️ Unlimited Bookmarks
Free users are limited to 4
📜 Unlimited History
Free users are limited to 4
📥 Unlimited Downloads
Free users are limited to 1
Risk-Free Timeline
Hari Ini: Dapatkan Akses Instan
Dengarkan ringkasan lengkap dari 26.000+ buku. Itu 12.000+ jam audio!
Hari ke-2: Pengingat Uji Coba
Kami akan mengirimkan notifikasi bahwa uji coba Anda akan segera berakhir.
Hari ke-3: Langganan Anda dimulai
Anda akan dikenakan biaya pada Jun 13,
batalkan kapan saja sebelumnya.
Consume 2.8× More Books
2.8× more books Listening Reading
Our users love us
600,000+ readers
Trustpilot Rating
TrustPilot
4.6 Excellent
This site is a total game-changer. I've been flying through book summaries like never before. Highly, highly recommend.
— Dave G
Worth my money and time, and really well made. I've never seen this quality of summaries on other websites. Very helpful!
— Em
Highly recommended!! Fantastic service. Perfect for those that want a little more than a teaser but not all the intricate details of a full audio book.
— Greg M
Save 62%
Yearly
$119.88 $44.99/year/yr
$3.75/mo
Monthly
$9.99/mo
Start a 3-Day Free Trial
3 days free, then $44.99/year. Cancel anytime.
Unlock a world of fiction & nonfiction books
26,000+ books for the price of 2 books
Read any book in 10 minutes
Discover new books like Tinder
Request any book if it's not summarized
Read more books than anyone you know
#1 app for book lovers
Lifelike & immersive summaries
30-day money-back guarantee
Download summaries in EPUBs or PDFs
Cancel anytime in a few clicks
Scanner
Find a barcode to scan

We have a special gift for you
Open
38% OFF
DISCOUNT FOR YOU
$79.99
$49.99/year
only $4.16 per month
Continue
2 taps to start, super easy to cancel
Settings
General
Widget
Loading...
We have a special gift for you
Open
38% OFF
DISCOUNT FOR YOU
$79.99
$49.99/year
only $4.16 per month
Continue
2 taps to start, super easy to cancel