Mulai uji coba gratis
Searching...
SoBrief
Bahasa Indonesia
EnglishEnglish
EspañolSpanish
简体中文Chinese
繁體中文Chinese (Traditional)
FrançaisFrench
DeutschGerman
日本語Japanese
PortuguêsPortuguese
ItalianoItalian
한국어Korean
РусскийRussian
NederlandsDutch
العربيةArabic
PolskiPolish
हिन्दीHindi
Tiếng ViệtVietnamese
SvenskaSwedish
ΕλληνικάGreek
TürkçeTurkish
ไทยThai
ČeštinaCzech
RomânăRomanian
MagyarHungarian
УкраїнськаUkrainian
Bahasa IndonesiaIndonesian
DanskDanish
SuomiFinnish
БългарскиBulgarian
עבריתHebrew
NorskNorwegian
HrvatskiCroatian
CatalàCatalan
SlovenčinaSlovak
LietuviųLithuanian
SlovenščinaSlovenian
СрпскиSerbian
EestiEstonian
LatviešuLatvian
فارسیPersian
മലയാളംMalayalam
தமிழ்Tamil
اردوUrdu
Multimedia Learning

Multimedia Learning

oleh Richard E. Mayer 2001 222 halaman
4.07
166 penilaian
Dengarkan
Coba Akses Penuh Selama 3 Hari
Buka fitur mendengarkan & lainnya!
Lanjutkan

Poin Penting

1. Pembelajaran Multimedia Efektif: Kata dan Gambar Lebih Baik daripada Kata Saja

Orang belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar daripada hanya dari kata-kata saja.

Inti gagasan. Selama berabad-abad, instruksi verbal seperti ceramah dan buku mendominasi dunia pendidikan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan kata-kata dengan gambar yang relevan secara signifikan meningkatkan pembelajaran, terutama pemahaman. Ini bukan sekadar menambahkan visual, melainkan memanfaatkan kemampuan otak untuk memproses informasi melalui saluran verbal dan visual secara bersamaan.

Lebih dari sekadar verbal. Meskipun pembelajaran verbal sangat kuat, pembelajaran multimedia mengeksplorasi cara yang melampaui metode verbal murni. Kemajuan teknologi grafis menyoroti potensi penggunaan kata dan gambar bersama-sama untuk mendorong pemahaman manusia yang lebih mendalam. Pendekatan ini didasarkan pada cara orang belajar dari berbagai format.

Bukti kuat. Dalam sebelas uji coba eksperimental, peserta yang menerima penjelasan dengan kata dan gambar secara konsisten menunjukkan hasil lebih baik dalam tes transfer pemecahan masalah dibandingkan mereka yang hanya menerima kata-kata saja. Ukuran efek median sebesar 1,39 menunjukkan bahwa presentasi multimedia lebih efektif dalam membangun pemahaman.

2. Pembelajaran Mengikuti Aturan Kognitif: Saluran Ganda, Kapasitas Terbatas, dan Pemrosesan Aktif

Pesan multimedia yang dirancang sesuai dengan cara kerja pikiran manusia lebih mungkin menghasilkan pembelajaran bermakna dibandingkan yang tidak.

Desain untuk pikiran. Desain multimedia yang efektif bukan sekadar memamerkan teknologi, melainkan menyelaraskan instruksi dengan arsitektur kognitif manusia. Teori kognitif pembelajaran multimedia mengajukan tiga asumsi utama tentang bagaimana orang memproses informasi dari kata dan gambar.

Tiga asumsi utama:

  • Saluran Ganda: Manusia memproses informasi visual/gambar dan informasi auditori/verbal melalui saluran terpisah (seperti mata/telinga atau memori kerja visual/verbal).
  • Kapasitas Terbatas: Setiap saluran memiliki kapasitas terbatas untuk memproses informasi pada satu waktu.
  • Pemrosesan Aktif: Peserta belajar secara aktif memilih informasi relevan, mengorganisasikannya menjadi struktur mental yang koheren, dan mengintegrasikan struktur tersebut dengan pengetahuan sebelumnya.

Membangun pemahaman. Pembelajaran bermakna melibatkan proses lima langkah: memilih kata yang relevan, memilih gambar yang relevan, mengorganisasi kata menjadi model verbal, mengorganisasi gambar menjadi model visual, dan mengintegrasikan kedua model tersebut dengan pengetahuan sebelumnya. Desain multimedia yang efektif memfasilitasi proses kognitif aktif ini dalam batasan kapasitas saluran ganda yang terbatas.

3. Kurangi Beban Mental: Singkirkan Informasi yang Tidak Relevan (Prinsip Koherensi)

Orang belajar lebih baik ketika materi yang tidak perlu dikeluarkan daripada dimasukkan.

Sedikit tapi bermakna. Menambahkan kata, gambar, suara, atau musik yang menarik tapi tidak relevan dalam pelajaran multimedia justru dapat menghambat pembelajaran. Materi tambahan ini bersaing untuk sumber daya kognitif yang terbatas, mengalihkan perhatian dan usaha mental dari konten penting yang dibutuhkan untuk pemahaman.

Tiga jenis materi tidak relevan:

  • Kata/gambar yang tidak relevan (misalnya fakta menarik atau foto yang tidak terkait dengan penjelasan utama).
  • Suara/musik yang tidak relevan (misalnya musik latar atau efek suara yang tidak menyampaikan konten instruksional).
  • Kata/simbol yang tidak diperlukan (misalnya teks terlalu rinci ketika keterangan singkat sudah cukup).

Bukti mendukung kesederhanaan. Dalam empat belas uji coba, peserta yang menerima presentasi multimedia yang ringkas tanpa materi tidak relevan secara konsisten menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan yang menerima versi diperluas. Ukuran efek median sebesar 0,97 menunjukkan bahwa menghilangkan elemen yang tidak esensial secara signifikan meningkatkan pemahaman.

4. Kurangi Beban Mental: Tempatkan Kata dan Gambar yang Berkaitan Berdekatan (Prinsip Kontiguitas)

Siswa belajar lebih baik ketika kata dan gambar yang sesuai disajikan berdekatan daripada berjauhan di halaman atau layar.

Kedekatan memudahkan integrasi. Ketika kata dan gambar yang merujuk pada konsep atau peristiwa yang sama dipisahkan secara ruang (di halaman/layar) atau waktu (dalam urutan presentasi), peserta belajar harus mengeluarkan usaha kognitif untuk mencari dan menyimpan informasi agar dapat menghubungkannya. Pemrosesan tambahan ini mengurangi kapasitas untuk pemahaman yang lebih dalam.

Kontiguitas spasial: Menempatkan teks dan grafik yang sesuai berdekatan (misalnya keterangan di samping bagian ilustrasi atau animasi yang relevan) mengurangi pencarian visual dan memudahkan integrasi. Dalam lima uji coba, presentasi spasial terintegrasi menghasilkan ukuran efek median besar sebesar 1,19 dibandingkan presentasi yang terpisah.

Kontiguitas temporal: Menyajikan narasi dan animasi yang sesuai secara bersamaan (bukan satu per satu) memastikan keduanya aktif dalam memori kerja pada waktu yang sama, sehingga integrasi menjadi lebih mudah. Dalam delapan uji coba, presentasi simultan menghasilkan ukuran efek median besar sebesar 1,31 dibandingkan presentasi berurutan.

5. Kurangi Beban Mental: Hindari Teks Berlebihan di Layar Bersama Grafik dan Narasi (Prinsip Redundansi)

Orang belajar lebih baik dari grafik dan narasi daripada dari grafik, narasi, dan teks cetak sekaligus.

Jangan membebani saluran. Menyajikan kata yang sama secara bersamaan dalam format auditori (narasi) dan visual (teks di layar), bersama grafik, dapat membebani saluran visual. Peserta belajar berusaha memproses grafik dan teks secara visual, dan mungkin juga menghabiskan tenaga untuk menyelaraskan dua aliran verbal tersebut.

Narasi mengurangi beban visual. Ketika kata disajikan sebagai narasi, kata-kata tersebut diproses melalui saluran auditori, sehingga saluran visual dapat fokus pada grafik. Beban yang seimbang ini memungkinkan pemrosesan dan integrasi kata dan gambar yang lebih efisien.

Bukti menentang redundansi. Dalam lima uji coba, peserta yang menerima grafik dengan narasi menunjukkan hasil lebih baik dalam tes transfer dibandingkan yang menerima grafik, narasi, dan teks berlebihan di layar. Ukuran efek median sebesar 0,72 menunjukkan bahwa menambahkan teks berlebihan dapat menghambat pembelajaran.

6. Kurangi Beban Mental: Sorot Informasi Penting (Prinsip Penandaan)

Orang belajar lebih baik ketika petunjuk yang menyoroti organisasi materi penting ditambahkan.

Arahkan perhatian. Dalam pelajaran yang mengandung banyak informasi, peserta belajar mungkin kesulitan mengidentifikasi dan memfokuskan pada bagian paling penting. Penandaan melibatkan penambahan petunjuk yang menyoroti struktur dan elemen kunci materi penting, sehingga mengarahkan perhatian dan proses organisasi peserta.

Jenis penandaan:

  • Petunjuk verbal: kalimat garis besar, judul, penekanan vokal pada kata kunci, kata penunjuk ("pertama," "kedua").
  • Petunjuk visual: panah, warna mencolok, kedipan, gerakan menunjuk, pengaburan area yang tidak penting.

Penandaan membantu fokus. Dengan mengarahkan perhatian peserta pada hal yang paling penting dan bagaimana hal itu diorganisasi, penandaan mengurangi pemrosesan yang tidak perlu dan mendukung konstruksi model mental yang koheren. Bukti awal dari enam uji coba menunjukkan ukuran efek median sedang sebesar 0,52 yang mendukung pelajaran multimedia dengan penandaan.

7. Kelola Kompleksitas: Pecah Pelajaran Menjadi Bagian yang Dapat Dikendalikan Peserta (Prinsip Segmentasi)

Orang belajar lebih baik ketika pesan multimedia disajikan dalam segmen yang dikendalikan oleh pengguna daripada sebagai satu kesatuan yang berkelanjutan.

Potongan yang mudah dicerna. Ketika materi kompleks disajikan secara cepat dan berkelanjutan (seperti animasi narasi panjang), peserta mungkin tidak punya cukup waktu untuk memproses dan memahami satu bagian sebelum bagian berikutnya muncul. Beban pemrosesan yang berlebihan ini menghambat pembelajaran yang lebih dalam.

Kecepatan penting. Segmentasi memecah pelajaran menjadi bagian-bagian kecil yang bermakna (misalnya langkah-langkah dalam suatu proses) dan memungkinkan peserta mengontrol kecepatan berpindah dari satu segmen ke segmen berikutnya (misalnya dengan mengklik tombol "lanjut"). Ini memberi waktu bagi peserta untuk memproses setiap bagian sebelum melanjutkan.

Bukti untuk segmentasi. Dalam tiga uji coba, peserta yang menerima animasi narasi kompleks dalam segmen yang dikendalikan pengguna menunjukkan hasil lebih baik dalam tes transfer dibandingkan yang menerima pelajaran yang sama secara berkelanjutan. Ukuran efek median sebesar 0,98 menunjukkan bahwa memberi kontrol kecepatan pada peserta secara signifikan meningkatkan pemahaman.

8. Kelola Kompleksitas: Perkenalkan Konsep Utama Sebelum Pelajaran Utama (Prinsip Pra-pelatihan)

Orang belajar lebih dalam dari pesan multimedia ketika mereka mengetahui nama dan karakteristik konsep utama terlebih dahulu.

Bangun pengetahuan dasar. Ketika pelajaran multimedia memperkenalkan banyak istilah atau konsep baru sambil menjelaskan proses kompleks, peserta dapat mengalami beban pemrosesan yang berlebihan. Mereka harus mengeluarkan sumber daya kognitif untuk mempelajari istilah baru dan mencoba memahami sistem secara keseluruhan.

Kurangi kompleksitas. Pra-pelatihan melibatkan pengenalan nama, lokasi, dan karakteristik komponen atau konsep utama sebelum menyajikan penjelasan multimedia utama. Ini memungkinkan peserta membangun model komponen terlebih dahulu, sehingga kapasitas kognitif selama pelajaran utama dapat difokuskan pada membangun model kausal sistem.

Pra-pelatihan meningkatkan transfer. Dalam lima uji coba, peserta yang menerima pra-pelatihan konsep utama sebelum pelajaran multimedia menunjukkan hasil lebih baik dalam tes transfer pemecahan masalah dibandingkan yang tidak. Ukuran efek median sebesar 0,85 mendukung gagasan bahwa membekali peserta dengan pengetahuan dasar membantu mereka mengelola kompleksitas pelajaran utama.

9. Kelola Kompleksitas: Gunakan Narasi, Bukan Teks, Bersama Grafik (Prinsip Modalitas)

Orang belajar lebih dalam dari gambar dan kata-kata yang diucapkan daripada dari gambar dan kata-kata cetak.

Seimbangkan beban antar saluran. Ketika grafik (seperti animasi atau ilustrasi) disajikan dengan kata-kata cetak (seperti teks di layar atau keterangan), informasi visual dan verbal harus diproses oleh saluran visual. Ini dapat membebani sistem visual, terutama dengan materi yang kompleks atau cepat.

Keunggulan auditori. Menyajikan kata-kata sebagai narasi memungkinkan informasi verbal diproses oleh saluran auditori, sementara grafik diproses oleh saluran visual. Ini mendistribusikan beban kognitif ke kedua saluran, mencegah kelebihan beban pada sistem visual.

Bukti kuat untuk modalitas. Dalam tujuh belas uji coba, peserta yang menerima grafik dengan narasi secara konsisten menunjukkan hasil lebih baik dalam tes transfer dibandingkan yang menerima grafik dengan teks cetak. Ukuran efek median sebesar 1,02 menjadikan prinsip modalitas salah satu temuan paling kuat dalam riset pembelajaran multimedia.

10. Tingkatkan Keterlibatan: Gunakan Bahasa yang Santai dan Percakapan (Prinsip Personalisasi)

Orang belajar lebih baik dari presentasi multimedia ketika kata-kata disampaikan dengan gaya percakapan daripada gaya formal.

Terhubung dengan peserta. Pembelajaran multimedia dapat dipandang sebagai interaksi sosial antara pengajar (penulis, narator, agen) dan peserta. Menggunakan gaya percakapan, termasuk kata "kamu" dan "saya" serta komentar langsung, dapat meningkatkan rasa kehadiran sosial peserta dan mendorong mereka untuk terlibat lebih dalam dengan materi.

Lebih dari sekadar penyampaian informasi. Prinsip ini menunjukkan bahwa instruksi efektif bukan hanya soal menyampaikan informasi secara efisien; melainkan juga memotivasi peserta untuk memproses informasi secara aktif. Nada percakapan dapat memicu respons sosial, membuat peserta lebih bersedia bekerja sama dan memahami pesan.

Personalisasi meningkatkan pemahaman. Dalam sebelas uji coba, peserta yang menerima pelajaran multimedia dengan kata-kata bergaya percakapan secara konsisten menunjukkan hasil lebih baik dalam tes transfer dibandingkan yang menerima pelajaran dengan gaya formal. Ukuran efek median sebesar 1,11 menunjukkan bahwa mempersonalisasi bahasa mendorong pemrosesan generatif.

11. Tingkatkan Keterlibatan: Gunakan Suara Manusia (Prinsip Suara)

Orang belajar lebih baik ketika narasi disampaikan dengan suara manusia daripada suara mesin.

Suara sebagai petunjuk sosial. Kualitas suara narator juga dapat berfungsi sebagai petunjuk sosial, memengaruhi persepsi peserta terhadap pengajar dan kesediaan mereka untuk terlibat. Suara manusia yang ramah mungkin menyampaikan rasa kemitraan sosial yang lebih kuat dibandingkan suara mesin sintetis.

Suara manusia mendorong pemrosesan. Meskipun suara mesin bisa sangat dapat dimengerti, suara tersebut mungkin kurang memiliki petunjuk sosial halus yang mendorong peserta melihat interaksi sebagai percakapan. Kurangnya kehadiran sosial ini bisa mengurangi motivasi peserta untuk terlibat dalam pemrosesan kognitif yang lebih dalam.

Bukti awal. Dalam tiga uji coba, peserta yang mendengar narasi dengan suara manusia yang ramah menunjukkan hasil lebih baik dalam tes transfer dibandingkan yang mendengar narasi dengan suara mesin. Ukuran efek median sebesar 0,78 menunjukkan dukungan awal untuk prinsip suara.

12. Desain Efektif Bergantung pada Keahlian Peserta dan Karakteristik Materi (Kondisi Batas)

Prinsip desain – seperti prinsip modalitas – bukanlah hukum mutlak yang harus diterapkan dalam semua situasi.

Konteks penting. Prinsip desain multimedia bukanlah perintah universal, melainkan pedoman yang harus diterapkan berdasarkan konteks pembelajaran tertentu. Dua kondisi batas utama memengaruhi kapan prinsip tertentu paling efektif: pengetahuan awal peserta dan kompleksitas serta kecepatan materi.

Keahlian peserta: Beberapa prinsip, terutama yang bertujuan mengurangi pemrosesan yang tidak perlu atau mengelola pemrosesan esensial (seperti Modalitas, Kontiguitas Spasial, dan Pra-pelatihan), cenderung memiliki efek lebih kuat pada peserta dengan pengetahuan awal rendah. Peserta berpengetahuan tinggi mungkin sudah memiliki keterampilan atau skema untuk mengatasi desain yang kurang baik atau mengelola kompleksitas secara mandiri.

Kompleksitas dan kecepatan materi: Prinsip yang membantu mengelola pemrosesan esensial (seperti Segmentasi dan Modalitas) seringkali lebih efektif ketika materi kompleks dan disajikan dengan kecepatan tinggi. Kondisi ini lebih mungkin menyebabkan kelebihan beban kognitif, sehingga intervensi desain yang mengurangi beban menjadi sangat bermanfaat.

Terakhir diperbarui:

Report Issue

Ringkasan Ulasan

4.07 dari 5
Rata-rata dari 166 penilaian dari Goodreads dan Amazon.

Multimedia Learning karya Richard Mayer mendapatkan ulasan yang sebagian besar positif, dengan pembaca memuji isi yang informatif serta prinsip-prinsip yang didasarkan pada penelitian. Banyak yang menganggap buku ini sangat berguna untuk desain instruksional dan pendidikan multimedia. Beberapa pembaca mencatat gaya penulisan akademisnya terasa kering, namun wawasan yang disajikan tetap bernilai. Buku ini direkomendasikan bagi mereka yang berkecimpung di bidang teknologi pendidikan dan desain multimedia. Para pengulas menghargai cakupan yang komprehensif mengenai teori kognitif serta penerapan praktisnya. Beberapa juga menyebutkan relevansi buku ini tidak hanya untuk pendidikan, tetapi juga presentasi bisnis. Ada pula yang menyarankan untuk membaca karya-karya terbaru guna mendapatkan informasi yang lebih mutakhir.

Your rating:
4.47
70 penilaian
Want to read the full book?

Tentang Penulis

Richard E. Mayer adalah seorang ahli terkemuka di bidang pembelajaran multimedia dan psikologi pendidikan. Sepanjang kariernya, Richard E. Mayer telah mendedikasikan diri untuk meneliti metode-metode efektif dalam merancang materi pembelajaran multimedia. Karyanya berfokus pada penerapan prinsip-prinsip psikologi kognitif guna meningkatkan hasil pendidikan. Mayer telah mengembangkan beberapa prinsip penting dalam pembelajaran multimedia, seperti prinsip keterpaduan spasial, keterpaduan temporal, dan koherensi. Penelitiannya memberikan pengaruh besar terhadap praktik desain instruksional baik di lingkungan pendidikan maupun korporat. Pendekatan akademis Mayer menggabungkan metode ilmiah yang ketat dengan aplikasi praktis, sehingga karyanya sangat berharga bagi para pendidik, perancang instruksional, dan pengembang multimedia. Kontribusinya telah membentuk pemahaman tentang bagaimana manusia belajar dari kata-kata dan gambar dalam lingkungan digital.

Follow
Dengarkan
Now playing
Multimedia Learning
0:00
-0:00
Now playing
Multimedia Learning
0:00
-0:00
1x
Queue
Home
Swipe
Library
Get App
Try Full Access for 3 Days
Listen, bookmark, and more
Compare Features Free Pro
📖 Read Summaries
Read unlimited summaries. Free users get 3 per month
🎧 Listen to Summaries
Listen to unlimited summaries in 40 languages
❤️ Unlimited Bookmarks
Free users are limited to 4
📜 Unlimited History
Free users are limited to 4
📥 Unlimited Downloads
Free users are limited to 1
Risk-Free Timeline
Today: Get Instant Access
Listen to full summaries of 26,000+ books. That's 12,000+ hours of audio!
Day 2: Trial Reminder
We'll send you a notification that your trial is ending soon.
Day 3: Your subscription begins
You'll be charged on Jun 9,
cancel anytime before.
Consume 2.8× More Books
2.8× more books Listening Reading
Our users love us
600,000+ readers
Trustpilot Rating
TrustPilot
4.6 Excellent
This site is a total game-changer. I've been flying through book summaries like never before. Highly, highly recommend.
— Dave G
Worth my money and time, and really well made. I've never seen this quality of summaries on other websites. Very helpful!
— Em
Highly recommended!! Fantastic service. Perfect for those that want a little more than a teaser but not all the intricate details of a full audio book.
— Greg M
Save 62%
Yearly
$119.88 $44.99/year/yr
$3.75/mo
Monthly
$9.99/mo
Start a 3-Day Free Trial
3 days free, then $44.99/year. Cancel anytime.
Unlock a world of fiction & nonfiction books
26,000+ books for the price of 2 books
Read any book in 10 minutes
Discover new books like Tinder
Request any book if it's not summarized
Read more books than anyone you know
#1 app for book lovers
Lifelike & immersive summaries
30-day money-back guarantee
Download summaries in EPUBs or PDFs
Cancel anytime in a few clicks
Scanner
Find a barcode to scan

We have a special gift for you
Open
38% OFF
DISCOUNT FOR YOU
$79.99
$49.99/year
only $4.16 per month
Continue
2 taps to start, super easy to cancel
Settings
General
Widget
Loading...
We have a special gift for you
Open
38% OFF
DISCOUNT FOR YOU
$79.99
$49.99/year
only $4.16 per month
Continue
2 taps to start, super easy to cancel